Hal ini terjadi adalah akibat perkembangan jaman (globalisasi era Digitalisasi), seluruh sendi kehidupan hampir berubah menjadi digitalisasi,uang digital,komunikasi,media sosial dari kehidupan rakyat sampai ke birokrasi terjadi digitalisasi.
Albert Soekanta Ketua umum Relawan Padamu Negeri yang juga ketua Presidium Kesatuan Buruh Marhaenis memberikan saran dan menghimbau kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat jangan terlalu tergantung kepada digitalisasi.
Baca Juga:
Dana Kuota Haji, KPK Klaim Kantongi Bukti Aliran Uang ke Aizzudin Abdurrahman
Perlu juga di backup dengan yg semi digital dan dengan yg manual (tradisionil)
Karena jaringan internet yg menggerakkan semua ini adalah sebuah alat/mesin, dimana alat tersebut pasti akan berkurang fungsinya seiring berjalannya waktu dan bahkan bisa menyebabkan jaringan rusak.
"Disisi lain diperlukan juga antisipasi dari serangan Siber dari mafia dan dari negara lain. Kita berharap pemerintah pusat tentunya telah memikirkan hal ini dan memiliki solusi dan dapat mengantisipasi," kata Albert dalam keterangan lewat WhatsApp, Kamis (15/1/2026).
Disebut, digitalisasi adalah perkembangan jaman yg membawa banyak dapat baik bagi kemudahan berinteraksi, berbisnis, mempermudah kerja birokrasi dan lain sebagainya dalam sendi kehidupan kita.
Baca Juga:
KPK Periksa Wakil Ketua DPRD Jabar Terkait Kasus Suap Bekasi
Tetapi dampak lain juga ikut terjadi yang kita tidak bisa menutup mata bahwa sendi-sendi ekonomi lemah yang masih manual secara otomatis menjadi tergerus dan mendapatkan dampak buruk.
Seperti pasar tradisionil, warung kopi, warung sembako, toko pakaian. Karena jaman sekarang ini apapun keperluan kita bisa diperoleh dari sebuah handphone.
Peranan buruh saat ini pelan-pelan tergantikan oleh robot, hal ini juga tentunya perlu perhatian serius dari pemerintah pusat.