Dan poin terendahnya adalah ketika sangat membutuhkan uang dan tak lagi bisa memberi makan anjingnya bernama Butkus, dia menjual peliharaannya itu seharga US$50 kepada orang asing di toko. Dia pun pergi meninggalkan Butkus sambil menangis. Namun di kemudian hari setelah Sly menghasilkan uang lebih banyak, anjing kesayangannya itu berhasil dibeli kembali dengan harga mencapai US$3.000.
Sementara demi mencukupi kebutuhan hidupnya, Sly melakukan segala macam pekerjaan. Dia membersihkan kandang singa di Kebun Binatang Central Park, menjaga bioskop hingga terpaksa menerima peran figuran di film porno dan beberapa film kecil lainnya sepanjang 1970-1974.
Baca Juga:
Iran Mainkan Kartu Selat Hormuz, Kapal Perang AS Terancam Dilarang Melintas
Sly mengaku membenci naskah film porno tersebut. Namun karena saat itu tak memiliki tempat tinggal dan membutuhkan uang, Sly terpaksa menerimanya.
"Entah (harus) main film itu atau merampok seseorang karena saya sangat putus asa," katanya, dikutip dari Rolling Stone.
Dari peran kecil yang dilakukan selama dua hari, Sly akhirnya mendapatkan bayaran US$200. Dengan uang itu, dia mencari tempat tinggal dan tak lagi menggelandang.
Baca Juga:
Agen FBI Curi Kripto Rp16,2 Miliar, Jejak Pertanyaannya ke ChatGPT Bikin Geger
Dia kemudian menulis skenario tentang seorang preman yang berjuang menjadi petinju profesional. Sly menolak menjual naskahnya, kecuali dia menjadi pemeran utama.
Sly beberapa kali mendapat penolakan hingga akhirnya dua produser Irwin Winkler dan Robert Chartoff setuju membeli naskah itu dan menjadikannya sebagai pemeran utama.
Film pertamanya berjudul Rocky yang dirilis pada tahun 1976 sukses secara komersial. Bahkan, film tersebut mendapat 10 nominasi Oscar, termasuk untuk kategori Best Actor, Director, dan Picture. Film ini menjadi box office dan berhasil mengantongi pendapatan sebesar US$177 juta.