KaringNews.id | Bayi korban penyiksaan asal Kecamatan Pegagan Hilir belum dijenguk keluarga.
Hal itu disampaikan Tata Usaha RSUD Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Luber Sianturi, Minggu (6/2/2022).
Baca Juga:
Audit Kasus Stunting Untuk Menurunkan Angka Stunting di Toba
“Belum ada keluarga yang menjenguk korban” kata Luber.
Luber menyebut, manajemen memberi perhatian serius demi pemulihan pasien. Dirawata di ruang VIP. Penanganan dilakukan tenaga medis bersama Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
“Sekujur tubuh penuh luka. Ada luka mirip cubitan hingga dibakar” kata Luber.
Baca Juga:
Tingkatkan Pengetahuan Kader BKB Untuk Turunkan Stunting
Setelah dirawat 1 malam, kondisinya mulai membaik kendati sesekali merintih kesakitan. Sudah bisa interaksi. Sudah mau diajak bicara dan bercerita tentang derita yang dialami.
Kepala Puskesmas Tigabaru,dr Efida Purba melalui pesan elektronik menerangkan, Rini (nama samaran) dibawa seorang perempuan berinisial RM ke Puskesmas dalam kondisi lemah.
Melihat banyaknya, luka,Efida curiga bahwa bayi umur 4 tahun itu adalah korban penganiayaan. Selanjutnya dilapor akan dirujuk ke RSUD Sidikalang.
Sebagaimana disampaikan Kapolres AKBP Wahyudi Rahman melalui Kasat Reskrim, AKP Rismanto Purba, pelaku diduga adalah perempuan yang membawanya ke Puskesmas dan RSU.
Pengakuan RM, kata Rismanto, dia adalah pacar dari ayah korban berinisial RS. Dijelaskan, RS pergi cari nafkah menjala ikan di laut di Tapanuli Tengah. Anaknya dititip ke RM.
Perbuatan sadis dilakukan pacar ayahnya lantaran geram terhadap Rini. Bayi perempuan itu dinilai rewel.[zbr]